Sejarah Museum Perjuangan Yogyakarta

By | February 7, 2019
No ratings yet.

Dalam rencana peringatan 1/2 era kebangkitan nasional, di Yogyakarta pada tahun 1958 sudah dibuat satu panitia yang dinamakan “Panitia 1/2 Era Kebangkitan Nasional Daerah Spesial Yogyakarta”. Panitia itu diketuai oleh Sri Sultan Hamengkubuwana IX serta beranggotakan kepala-kepala jawatan, wakil-wakil dari kelompok militer serta polisi, pemimpin-pemimpin partai serta organisasi dari semua saluran serta kepercayaan yang terhimpun dalam Panitia Persatuan Nasional (PPN), golongan cerdas cendekiawan serta karya.

Desa Kasongan

Pada tanggal 20 Mei 1958, di halaman Gedung Agung, Yogyakarta diselenggarakan upacara peringatan 1/2 era kebangkitan nasional. Diluar itu pun dikerjakan serangkaian pekerjaan diantaranya kerja bakti, pergerakan meningkatkan hasil bumi, menghimpun bingkisan untuk di kirim pada kesatuan-kesatuan yang tengah berusaha menumpas pemberontakan, dan membuat ziarah ke makam beberapa pahlawan nasional.

Bunker Kaliadem

Meskipun begitu, panitia terasa ada suatu yang kurang. Oleh oleh karena itu muncul ide Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai ketua Panitia 1/2 Era Kebangkitan Nasional Daerah Spesial Yogyakarta untuk membuat satu peninggalan pada generasi yang akan datang. Ndalem Brontokusuman terdapat di belakang Museum Perjuangan Yogyakarta.

Kebun Tebu Gendu

Selesai upacara tanggal 20 Mei 1958, diselenggarakan rapat panitia. Rapat sukses membuat Panitia Monumen 1/2 Era Kebangkitan Nasional yang anggotanya terbagi dalam anggota Dewan Pimpinan Panitia Peringatan 1/2 Era Kebangkitan Nasional Yogyakarta. Menjadi tempat berdirinya monumen Sri Sultan Hamengkubuwana IX memberi beberapa halaman nDalem Brontokusuman.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *