Sejarah Gedung Museum Fatahillah

By | August 17, 2019
No ratings yet.

Riwayat serta Asal Mula Berdirinya Gedung Museum Fatahillah Jakarta
Riwayat Museum Fatahillah Jakarta salah satu bangunan gedung peninggalan Masa penjajahan Belanda, Diluar itu gedung ini adalah satu diantara bangunan bersejarah yang disebut saksi bisu perjuangan bangsa kita mendapatkan kemerdekaan. Museum yang terdapat pada daerah Jakarta pusat ini, memang mempunyai minat tertentu. Tidak hanya terletak pada pusat kota, museum ini menaruh riwayat pada saat penjajahan Belanda di tanah air terutamanya di Jakarta.

Perkiraan Biaya / Ongkos Ganti Oli Mesin Mobil

Museum Fatahillah
Sebelumnya riwayat museum fatahillah adalah bangunan kolonial Belanda yang dipakai jadi balai kota. Peresmian gedung dikerjakan pada tanggal 27 April 1626, oleh Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) serta membuat gedung balai kota baru yang selanjutnya diperbaiki pada tanggal 25 Januari 1707, pada saat pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn serta baru usai pada tanggal 10 Juli 1710 di waktu pemerintahan lain, yakni pada Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck.

Bahaya, Ini Akibat Kampas Kopling Mobil Habis !!

Gedung yang dipakai jadi Balaikota ini, mempunyai peranan jadi Pengadilan, Kantor Catatan Sipil, tempat masyarakat melaksanakan ibadah pada hari Minggu, serta Dewan Kotapraja (College van Scheppen). Selanjutnya seputar tahun 1925-1942, gedung itu dipakai untuk mengendalikan skema Pemerintahan pada Propinsi Jawa Barat. Selanjutnya tahun 1942-1945, digunakan jadi kantor tempat pengumpulan logistik Dai Nippon.

Bagian-Bagian Mobil Secara Garis Besar

Selanjutnya seputar tahun 1919 untuk memperingati berdirinya batavia ke 300 tahun, masyarakat kota Batavia terutamanya beberapa orang Belanda mulai tertarik untuk bikin riwayat mengenai kota Batavia. Lalu pada tahun 1930, didirikanlah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang mempunyai tujuan untuk kumpulkan semuanya mengenai riwayat kota Batavia.

Tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942), serta dibuka untuk umum pada tahun 1939.. Kemudian pada tahun 1968 gedung ini diberikan pada Pemda DKI Jakarta dan jadikan jadi Museum pada tahun 1974.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *