Pantai Jogan

By | December 25, 2018
No ratings yet.

Untuk sampai Pantai Jogan, butuh waktu seputar dua jam berkendara dari Jogja. Telusuri jalanan aspal mulus, berliku membelah perbukitan karst yang disebut bekas lautan juta-an tahun yang lalu. Jika kita sampai di Pos Retribusi Pantai Siung, berarti Pantai Jogan telah dekat, sebab seputar 400 mtr. dari pos itu, akan tampak papan kayu penunjuk arah ke arah Jogan. Menukar aspal mulus, jalan setapak jadi pemandu setelah itu, mengantarkan Anda dengan didampingi dua sungai kecil disamping kiri yang nanti akan menyatu lantas menjelma jadi air terjun. Sayang sekali, keelokannya cuma dapat dilihat waktu musim penghujan, sesaat pada musim kemarau debet air begitu kecil ditambah lagi kegiatan penyedotan airnya untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga :Taman Nasional Kalibiru

Untuk dapat nikmati guyuran air dari atas tebing, kita mesti turun ke bawah. Ada dua langkah untuk turun, pertama dengan teknik canyoning alias rappeling di air terjun. Pasti dibutuhkan perlengkapan serta potensi oke untuk mengerjakannya. Ke-2, menjejaki turunan licin yang basah. Untunglah ada kayu-kayu pegangan menjadi penopang badan. Walau demikian, kehati-hatian ialah perihal harus sebab jalan yang terjal.

Baca Juga : Puncak Becici

Sesudah batuan terjal nan licin, tersisa satu kembali rintangan, kita tetap harus melalui karang yang ditempati oleh beberapa ribu bayi kepiting berwarna transparan memiliki ukuran seputar 5 mm. Ini memanglah bukan koloni kepiting merah penghuni Christmas Island (yang dekat Jawa Barat tetapi dipunyai Australia), akan tetapi melewatinya dengan kaki telanjang pasti bukan masalah simpel. Masyarakat seputar biasa ambil bayi kepiting ini untuk dibuat, jadi rekan makan nasi hangat di saat musim hujan. Jika mujur, pengunjung dapat juga melihat beberapa ratus kupu-kupu bergerombol di bebatuan kering. Nah, sampailah Anda.

Baca Juga : Pantai Nglambor

Berlatar ungunya langit senja, memandang terlepas ke Samudera Hindia, melihat Poseidon melempar gulungan ombak yang seakan siap melahap, sesaat dibalik punggung, nada air terjun memekakkan telinga, tanda-tanda derasnya air yang jatuh. Tidak butuh terasa ngeri, nikmatilah keramahan percikan air waktu kaki-kaki air menjamah kerasnya batuan karang. Menyongsong sopan sebelum Anda mengungkap gorden air, masuk peraduan grojogan. Diguyur segarnya air tawar dari sungai-sungai rahasia perbukitan karst membuat kita terasa seakan kegersangan Gunungkidul hanya mitos. Sebab sebetulnya daerah ini miliki sangat banyak sumber air, yang sayangnya tersembunyi di perut bumi.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *