Konservasi Penyu Pulau Serangan

By | January 30, 2019
No ratings yet.

Inginkan satu pengalaman wisata yang berlainan sekalian meningkatkan wacana? Pulau Serangan bisa jadi arah perjalanan Anda. Pulau kecil di selatan Denpasar ini menaruh kekayaan tersembunyi berbentuk kuliner ikan asap, wisata religi di Pura Dalam Sakenan, wisata riwayat di Kampung Bugis, dan konservasi penyu. Salah satunya yang lumayan menarik buat penggemar lingkungan ialah bertandang ke Turtle Education and Conservation Center (TCEC) yang beralamat di Jalan Tukad Wisata No. 4, Kelurahan Serangan, Denpasar. TCEC adalah wahana konservasi yang diprakarsai oleh beberapa tokoh pelestarian lingkungan di Bali, WWF, serta Pemerintah Propinsi Bali.

Artikel Terkait : https://www.richlandsource.com/users/profile/balitour/

Pilot proyek tempat ini diawali pada tahun 1982, atas prakarsa diantaranya Menteri Penelitian serta Tehnologi saat itu, B.J. Habibie. Pendirian project ini didorong oleh ramainya jual-beli serta pemotongan penyu di Bali, terutamanya di Pulau Serangan serta Tanjung Benoa. Penyu memang tidak bisa dipisahkan dari keperluan ritual keagamaan penduduk Bali yang membuatnya salah satunya prasyarat persembahan sesajian dalam upacara spesifik. Project ini tidak berjalan lancar serta sudah sempat meredup seputar akhir 1980-an sampai tahun 2003. Usaha merehabilitasi kembali project ini mulai berjalan seputar tahun 2003-2004, yang lalu selalu di kembangkan sampai seperti sekarang ini.

Artikel Terkait : http://alifbatasa.hol.es/wisata/tempat-wisata-di-bali/

Supaya selalu berkepanjangan, segi wisata pendidikan di kembangkan supaya bisa memberi dukungan permodalan operasional dari wahana ini. Meskipun begitu, TCEC tidak mengaplikasikan tarif spesifik berbentuk ticket, tapi lebih seperti buka kesempatan donasi buat beberapa pengunjung yang tertarik untuk turut melestarikan kehadiran penyu-penyu ini. Sekarang ini, TCEC bertindak menjadi tempat transit buat proses reproduksi penyu. Bersama dengan partner penduduk nelayan yang sudah dibina, TCEC menghimpun telur-telur penyu dari pantai waktu musim bertelur datang, yakni seputar Bulan Juli-Agustus. Telur-telur ini lalu ditetaskan serta dijaga sampai berumur kira-kira 3-5 bulan.

Artikel Terkait : http://masterseo.esy.es/wisata/candi-gunung-kawi/

Saat itu, tukik atau anak penyu ini dengan massal dilepaskan kembali pada laut supaya bisa tumbuh di habitat aslinya. Sesudah berjalan beberapa waktu, sekarang sudah berkembang sembilan tempat binaan TCEC menjadi pusat penetasan penyu yang menyebar di semua Bali, diantaranya Perancak (Negara), Pengambangan, Pantai Saba, Pantai Kuta, serta Serangan. Menjadi fasilitas wisata pendidikan, ada banyak sarana di TCEC yang sangat mungkin penduduk menggali wacana tentang proses yang berjalan dalam penyelamatan hewan langka ini. Disamping timur (depan), ada ruang penetasan penyu yang memiliki ukuran kira-kira 2×2 mtr.. Di ruang ini, tiap-tiap grup telur yang diketemukan nelayan diletakkan pada sebuah lubang.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *