Desa Adat Rende Sumba

By | February 4, 2019
No ratings yet.

Sepeda motor meluncur kencang di antara jalanan yang lenggang. Kadang berpapasan dengan anjing, kuda, atau babi di tepi jalan. Bahkan juga di jalan, tiada perduli dengan kendaraan yang meluncur kencang. Rende adalah desa yang masih tetap mengamati kegiatan rutin istiadat, memeluk agama leluhur yang dijumpai dengan Merapu.

Artikel Terkait : http://keanu.hol.es/wisata/wisata-pantai-londa-lima/

Walaupun penduduk desa Rende telah memeluk Agama. Akan tetapi mereka masih menjalankan kegiatan rutin Merapu atau keyakinan. Sesampainya di desa kegiatan rutin Rende, kami dipersilahkan isi buku tamu serta lihat proses menenun dengan tradisionil. “Tenun dari Rende memakai pewarna alami,” demikian kata pengrajin tenun Rende bernama Rambu Intan.

Artikel Terkait : http://sigithermawan.esy.es/wisata/pantai-jasri/

Perumpamaannya warna merah, diambil dari akar mengkudu serta warna biru diambil dari tanaman indigo.Seperti dalam kuburan batu di desa kegiatan rutin Raja Prailiu, di bagian atas taruh ada simbol-simbol kebangsawan Rende seperti buaya, ular naga, kura-kura serta kuda picu. Kuburan batu raja pertama rende memakai lambang kerbau pada bagian atas kuburannya.

Artikel Terkait : http://prediksibola.hol.es/wisata/hidden-canyon-beji-guwang/

Seperti tidak senang dengan suguhan desa Kegiatan rutin Rende, kami berjalan mengarah kiri dari kuburan batu dari sana ada rumah lantai dua dengan keadaan yang mulai ringkih. Rumah ini ialah rumah raja paling akhir kerajan Rende. Demikian profetik, berdinding kulit kerbau serta didepannya ada sundul kerbau yang besar sekali, kami bahkan juga tidak bisa pikirkan berapakah besar kerbaunya.

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *