Festival Suling Tambur, Menikmati Sisi Lain Keindahan Raja Ampat Papua

By | June 9, 2018
No ratings yet.

WAISAI – Festival Suling Tambur serta Pameran Industri Kerajinan Tradisionil berjalan meriah di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (28/7/2017). Acara ini dibarengi sejumlah 18 distrik atau kecamatan di Kabupaten Raja Ampat. Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati menyebutkan, Festival Suling Tambur serta Pameran Industri Kerajinan Tradisionil di gelar untuk mempromosikan seni, budaya serta keindahan alam Raja Ampat pada wisatawan. Acara ini diinginkan jadi salah satu daya tarik untuk wisatawan datang, terkecuali untuk snorkeling, diving, serta nikmati keindahan alam Raja Ampat. Festival ini ditargetkan dapat tingkatkan ekonomi orang-orang lewat pameran industri kerajinan tradisionil orang-orang lokal. Wisatawan dapat membawa pulang hasil kerajinan jadi oleh-oleh ciri khas Raja Ampat.

“Acara ini menumbuhkembangkan kecintaan generasi penerus negeri bahari serta pelestarian pada musik tradisionil suling tambur. Sebab, seni ini adalah warisan dari beberapa leluhur yang perlu diteruskan oleh generasi beberapa raja, ” kata Abdu Faris Umlati, Sabtu (29/7/2017). Festival ini di buka pada Jumat 28 Juli 2017 dengan pemukulan tambur oleh Staf Pakar Gubernur Papua Barat Niko Tetu Uteng didampingi Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, dengan petinggi daerah yang lain. Aktivitas ini mengusung topik Dengan Seni Budaya, Pemerintah Daerah Bersinergi Dengan Orang-orang Lakukan Pembangunan Menuju Raja Ampat Gemilang. Pembukaan juga disemarakkan parade suling tambur yang dibarengi oleh 18 distrik atau kecamatan di Kabupaten Raja Ampat.

Ketua Panitia Festival Seruling Tambur serta Pameran Industri Kerajinan Tradisionil Raja Ampat, Martha Sanadi, menyebutkan festival itu jadi yang perdana di gelar di Raja Ampat serta berjalan dari tanggal 28-30 Juli 2017 yang akan datang. Festival ini jadi fasilitas komunikasi yang perlu untuk membuat serta memberdayakan seni tradisionil seruling tambur dan tingkatkan industri kerajinan tradisionil orang-orang Raja Ampat. “Ini festival pertama yang kami mewujudkan untuk membuat serta mempromosikan kreatifitas seni budaya orang-orang pada umum. Pemerintah dengan orang-orang bersinergi untuk membuat Raja Ampat yang gemilang, ” tuturnya. Festival ini di buka pada Jumat 28 Juli 2017 dengan pemukulan tambur oleh Staf Pakar Gubernur Papua Barat Niko Tetu Uteng didampingi Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, dengan petinggi daerah yang lain.

Aktivitas ini mengusung topik Dengan Seni Budaya, Pemerintah Daerah Bersinergi Dengan Orang-orang Lakukan Pembangunan Menuju Raja Ampat Gemilang. Pembukaan juga disemarakkan parade suling tambur yang dibarengi oleh 18 distrik atau kecamatan di Kabupaten Raja Ampat. Ketua Panitia Festival Seruling Tambur serta Pameran Industri Kerajinan Tradisionil Raja Ampat, Martha Sanadi, menyebutkan festival itu jadi yang perdana di gelar di Raja Ampat serta berjalan dari tanggal 28-30 Juli 2017 yang akan datang. Festival ini jadi fasilitas komunikasi yang perlu untuk membuat serta memberdayakan seni tradisionil seruling tambur dan tingkatkan industri kerajinan tradisionil orang-orang Raja Ampat. “Ini festival pertama yang kami mewujudkan untuk membuat serta mempromosikan kreatifitas seni budaya orang-orang pada umum. Pemerintah dengan orang-orang bersinergi untuk membuat Raja Ampat yang gemilang, ” tuturnya.

 

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *